Selasa, 03 September 2013

Air Terjun Dua Warna Sibolangit terletak di Desa Durin Sirugun, kaki Gunung Sibayak, Sumatera Utara. Dapat ditempuh melalui perjalanan darat, melintasi Bumi Perkemahan Sibolangit. Jarak tempuh dari Medan – Sibolangit sekitar 75km, dan dari Pintu Utama Bumi Perkemahan Sibolangit membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam untuk tiba di Air Terjun Dua Warna.
Jalan-jalan ke Air Terjun Dua Warna ini, Anda bisa kembali fresh karena pemandangan hutan dan udaranya yang masih segar. Keadaan yang masih alami itulah yang bisa dimanfaatkan untuk mengembalikan kesegaran tubuh dari segala kepenatan. Tetapi, di akhir pekan, objek wisata Air Terjun Dua Warna di Sibolangit ini sangat penuh sesak dengan wisatawan lokal. Dianjurkan untuk datang pada hari biasa saja jika Anda akan jalan-jalan ke sana.
Ketika memasuki Bumi Perkemahan Sibolangit di Desa Bandar Baru, anda bisa menyusuri hutan dengan hiking atau jalan kaki santai selama 3 jam, dan untuk menghindari tersesat, ada baiknya Anda harus dibantu oleh pemandu lokal. Mendaftarlah di pos penjagaan dan melapor akan menuju Air Terjun Dua Warna.
Air Terjun Dua Warna berketinggian 100 meter, bersumber dari Gunung Sibayak, dan air yang turun dari sungai atas akan tertampung ke sebuah danau kecil. Warna air terjun ini yaitu biru muda dan putih keabu-abuan, karena kandungan phospor dan belerang yang akan menghasilkan warha biru muda. Karena mengandung belerang, Anda dilarang meminum air dari Air Terjun Dua Warna.
Persiapan yang harus dibawa selama menuju Air Terjun Dua Warna juga harus Anda pikirkan. Sepatu untuk hiking, air minum dan baju ganti jika Anda ingin mandi selama di Air Terjun Dua Warna. Jangan memakai sendal biasa, apalagi hak tinggi ya! Air Terjun Dua Warna juga dikenal dengan nama Telaga Biru Sibolangit.


Museum Pusaka Karo Di Berastagi

Museum Pusaka Karo

 

Sedikit menyesal saya karena pagi tak jadi melangkahkan kaki ke dalam Museum Pusaka Karo. Padahal jarak saya dengannya sudah sangat dekat, hanya puluhan meter saja. Tetapi karena memang waktu tidak memungkinkan lagi dan saya harus segera masuk ke mobil yang akan berangkat melanjutkan perjalanan setelah selesai jalan-jalan di Pasar buah dan bunga Berastagi, ya apa boleh buat.
Batal jadinya menengok apa isi Museum Pusaka Karo tersebut. Memang sih, setelah saya telusuri di mesin pencari, isi di dalamnya pun belum terlalu lengkap. Museum yang berada di Jalan Perwira No. 3, tepat di sebelah Tugu Perjuangan 45 Berastagi ini memiliki koleksi berbagai barang pusaka Karo. Ada beberapa foto di dalam pigura yang menggambarkan sejarah perkembangan Tanah Karo. Ada juga sebuah manuskrip berhurufkan kuno, buku-buku dan kamus Batak Toba, juga Kamus Indonesia – Karo.
  Museum Pusaka Karo Di Berastagi
Dari tulisan Jusup Sukatendel, saya mengetahui jika Museum Pusaka Karo ini lahir dari kegelisahan seorang pastor bernama Leo van Joosten, di mana barang-barang warisan budaya Karo malah lebih banyak tersimpan di tangan para kolektor di Eropa, daripada diketahui dan dimiliki oleh generasi penerus suku Karo sendiri. Maka, sebuah Gereja Katholik tua di Berastagi, diserahkan oleh keuskupan Medan untuk difungsikan sebagai museum.
Waaahh,seru habis didlm, banyak yang harus dipelajarin lagi lebih dalam,....
soalnya saya pernah masuk ke dalam nya dan disitu ada sebuah patung adat batak karo,...
pokony semua la,... seru habis pasti kalau kesitu pasti anda gak nyesal dec,...
Tnks Fred.


Air Terjun Sipiso-piso, Pesona Tanah Karo




Merencanakan jalan-jalan ke Medan, Sumatera Utara? Air Terjun Sipiso-piso wajib menjadi salah satu tujuannya. Mengapa? Biar saya cerita dulu ya tentang objek wisata yang satu ini. Air Terjun Sipiso-piso letaknya tak jauh dari Desa Tongging di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Letaknya di kawasan dataran rendah, dan Air Terjun Sipiso-piso berada di atas bukit, sehingga air yang mengalir tingginya bisa mencapai 800 mdpl. Bukit yang mengelilingi Air Terjun Sipiso-piso sangatlah hijau dan sejuk, dan tanaman yang paling banyak adalah pohon pinus. Air Terjun Sipiso-piso berasal dari kata piso (atau pisau dalam Bahasa Indonesia). Itu dikarenakan debit air yang tinggi yang mengalir dari atas bukit, sehingga tampak berbilah (mirip pisau yang tajam). Objek wisata Air Terjun Sipiso-piso dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Untuk menuju Air Terjun Sipiso-piso, dibutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam dari Kota Medan. Lokasinya, hanya sekitar 20 kilometer dari Kabanjahe, ibukota Kabupaten Tanah Karo. Moda transportasipun tidaklah sulit. Anda bisa menggunakan transportasi umum dari terminal Medan menuju Kabanjahe, atau menyewa kendaraan bermotor. Tak hanya wisatawan domestik, wisatawan asingpun banyak yang mengunjungi Air Terjun Sipiso-piso, seperti dari Belanda, Malaysia dan Perancis.
Selain Desa Tongging di mana Air Terjun Sipiso-piso berada, desa sebelahnya, Desa Tao Silalahi pun juga bisa Anda kunjungi dan sangat menarik. Pemandangan Tanah Karo dari atas bukit dapat Anda nikmati dari ketinggian melalui Gardu Pandang. Dan Danau Toba, danau vulkanik yang paling besar di dunia-pun dapat terlihat dari sini. Dan seperti air terjun pada umumnya, untuk bisa menikmati tetesan airnya, Anda perlu menuruni beberapa anak tangga sehingga sampai di bagian bawah air terjun. Hati-hati dengan kondisi yang basah dan licin jika hujan.
Air Terjun Sipiso-piso akan mengalir menuju Danau Toba. Dengan ketinggian 120 meter dari atas ketinggian, suara tetesan air terdengar keras sampai di bawah bukit. Pemandangan alam sekitarnya juga sangat menakjubkan. Selesai berwisata di Air Terjun Sipiso-piso, jika Anda membutuhkan penginapan, Anda bisa menginap di Desa Tongging, atau bisa juga di pusat Kota Kabanjahe. (Kredit Foto:  Fribireuen at Panoramio)





Gundaling, Petik Jeruk Sendiri Dan Panorama Sibayak Sinabung

 
 
Saya menginap satu malam di salah satu hotel di Berastagi. Sehabis sarapan, mobil yang mengantar saya untuk jalan-jalan sudah siap membawa ke Bukit Gundaling. Seorang teman berpesan, jangan sampai melewatkan Bukit Gundaling dari daftar wisata selama di Medan, katanya. Jadilah tujuan pertama saya ke sana.  Gundaling, Petik Jeruk Sendiri Dan Panorama Sibayak Sinabung
Tak jauh dari hotel tempat saya menginap, tampak sepanjang jalan deretan petani sayur mayur sedang menggarap lahannya. Ada yang sedang memanen bawang merah, ada juga yang sedang membersihkan rumput di sela-sela tanaman bunga kolnya yang sebentar lagi siap panen.
 Gundaling, Petik Jeruk Sendiri Dan Panorama Sibayak Sinabung
Deretan kios penjaja souvenir dan beberapa rumah makan baik dengan label halal maupun tidak, menyambut pengunjung Taman Bukit Gundaling. Kuda-kuda yang dituntun pemiliknya terlihat lalu lalang, menawarkan jasanya kepada para pengujung dengan tarif Rp. 20.000,- sekali keliling. Saya ditawari untuk naik andong dengan tarif Rp. 100.000,- sekaligus boleh memetik jeruk sendiri. Tetapi berhubung waktu yang saya punya tak begitu banyak, saya memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan itu.
 Gundaling, Petik Jeruk Sendiri Dan Panorama Sibayak Sinabung
Saya hanya melihat keindahan kota Berastagi dan Gunung Sibayak serta Gunung Sinabung saja dari kejauhan. Udara bertiup semilir dan membuat saya merapatkan jaket untuk melindungi tubuh dari dinginnya Bukit Gundaling. Dari ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, suhu udara memang relatif dingin, apalagi jika dibandingkan dengan suhu di Jakarta.
 Gundaling, Petik Jeruk Sendiri Dan Panorama Sibayak Sinabung
Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan ke Pasar Buah dan Bunga Berastgi. Nantikan cerita jalan-jalan saya selanjutnya ya.

 

 

 

TEMPAT-TEMPAT WISATA DI TANAH KARO

1.Kampung Lingga





Kampung Lingga terletak di ketinggian sekitar 1.200 m dari permukaan laut, lebih kurang 15 km dari Brastagi. Lingga merupakan perkampungan Batak Karo yang unik, memiliki rumah-rumah adat yang diperkirakan berumur 250 tahun, tetapi kondisinya masih kokoh. Rumah tersebut dihuni oleh 5-6 keluarga yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Rumah adat Karo ini tidak memiliki ruangan yang dipisahkan oleh pembatas berupa dinding kayu atau lainnya. Objek wisata budaya terdapat di kampung Lingga lk 16 km ke arah selatan kota Brastagi. Sarana jalan cukup baik, dan transportasi umum tersedia.
Kampung Lingga memiliki bangunan tradisional seperti: rumah adat, jambur, geriten, lesung, sapo page dan museum karo. Geriten, digunakan sebagai tempat penyimpanan kerangka mayat keluarga tertentu yang dianggap istimewa. Rumah adat karo mempunyai ciri serta bentuk yang sangat khusus, didalamnya terdapat ruangan yang besar dan tidak mempunyai kamar-kamar. Satu rumah dihuni 8 atau 10 keluarga. Rumah adat berupa rumah panggung, tingginya kira-kira 2 meter dari tanah yang ditopang oleh tiang, umumnya berjumlah 16 buah dari kayu ukuran besar.

2. Air Terjun Sipiso-piso

 Foto: Tongging(Sipiso-piso)


Merupakan sebuah kawasan wisata alam yang terletak tidak jauh dari permukiman masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek. Hanya terpisah jarak sejauh 35 km Berastagi, Kabupaten Karo dan hanya memerlukan sekitar 45 menit dari Kota Medan.
Air Terjun Sipiso-piso terletak di perbukitan yang lebih tinggi dari Desa Tongging. Air terjun ini berada di ketinggian lebih kurang 800 meter dari permukaan laut (dpl) dan dikelilingi oleh bukit yang hijau karena ditumbuhi hutan pinus.

 3. Bukit Gundaling






Berjarak kurang lebih 3 km dari Brastagi atau kurang lebih 66 km dari Medan. Bukit yang memiliki ketinggian 1.575 dari permukaan laut ini sangat nyaman sebagai tempat rekreasi keluarga.
Dari atas bukit ini pula pengunjung dapat menikmati panorama Gunung Sibayak dan Sinabung. Lokasi wisata ini sudah dikenal sejak zaman Belanda sebagai tempat rekreasi yang mengasyikan

4. Lau Debuk-debuk





Taman Wisata Alam (TWA) Lau Debuk-debuk berlokasi di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi. Kawasan ini yang memiliki panorama alam yang indah dan udara bersih yang sejuk ini mempunyai luas area mencapai 7 hektar, dengan topografi yang didominasi permukaan tanah yang rata.
Air panasnya mengandung belerang dan diyakini dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. Mata air panas ini muncul melalui retakan dari aliran lava di daerah selatan lereng Gunung Sibayak. Mata air panas ini kemudian ditampung ke dalam kolam-kolam. Terdapat 5 buah kolam pemandian yang temperatur airnya mencapai 35 derajat celcius dan suhu udara disana mencapai sekitar 27 derajat celcius. Sebagian dari para pendaki banyak memanfaatkan kolam-kolam air panas ini untuk melepaskan penat setelah melakukan pendakian, dengan cara berendam di dalam kolam tersebut.

5. Lau Kawar





Merupakan danau di kawasan ekosistem Leuser (KEL) terletak di kaki Gunung Sinabung berjarak sekitar 30 Km dari Kota Berastagi. Danau seluas 200 Ha ini bila dibandingkan dengan Danau Toba, memang hanya 1/6, namun pesonanya tidak kalah.
Lau Kawar adalah pintu masuk menuju Gunung Sinabung. Karenanya lokasinya sangat eksotis. Memasuki pintu gerbang Lau Kawar, di sisi kanan danau terletak Deleng Lancuk atau Bukit Lancuk yang biasa menjadi tempat tracking, cukup banyak anggrek hutan yang bisa ditemukan.

6.Tahura



 Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan berlokasi kira-kira 6 km sebelum Kota Brastagi dari Medan. Taman itu punya kebun binatang dengan pondok-pondok unik dan gajah tunggangan untuk anak-anak. Jalan setapak menuju hutan juga tersedia, untuk pengunjung yang ingin meneliti ataupun sekadar melihat tumbuhan hutan, anggrek-anggrek liar, pakis-pakis besar, berbagai tumbuhan kayu liar berselimut lumut dan jamur, beragam jenis kupu-kupu, burung-burung, kera, dan lainnya.

7.Gua Liang Dahar

 



 Gua ini terletak di Desa Laubuluh Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo.

8.Meriam Putri Hijau

Meriam Putri Hijau dapat kita temui di Desa Sukanalu dan Seberaya yang hingga sekarang masih dianggap oleh masyarakat mempunyai magic dan setiap tahun dibersihkan serta sesajen (upah) atau cibal-cibalen oleh masyarakat setempat. Jarak dari kota Berastagi ke Desa Sukanalu 23 Km dan ke Seberaya 7 Km.





9. Air Terjun Sikulikap

 Air Terjun ini mempunyai ketinggian jatuh 30 m dan jarak dari monumen Berastagi ke obyek wisata ini lebih kurang 11 Km. Dikelilingi hutan tropis tempat Gibon bergantungan yang kadangkala berteriak bersahut-sahutan dan di sekitar lokasi ini terdapat bajing, burung gagak, phyton dan kupu-kupu berwarna-warni.
 Untuk sampai ketempat ini dapat menggunakan bus besar atau kecil menuju Medan atau Berastagi dan menuruni tangga dari jalan pada perbatasan Karo-Deli Serdang.

10.Gunung Sibayak





Gunung Berapi Sibayak dalam keadaaan aktif berlokasi di atas ketinggian 2.172 m dari permukaan laut. Pendakiannya melewati hutan belantara tropis dan tebing yang penuh tantangan serta di puncak gunung terdapat hamparan dataran tempat berkemah. Dari puncak gunung terlihat kawah yang masih aktif mengeluarkan magma dan pemandangan yang indah dan menawan. Jarak dari Kota Berastagi ke tempat awal pendakian dari Desa Jaranguda 1,5 Km dari Desa Raja Berneh 15 Km. Lama pendakian diperkirakan lebih kurang 2 sampai dengan 3 jam.

11. Gunung Sinabung


Gunungapi Sinabung adalah gunungapi strato berbentuk kerucut, dengan tinggi puncaknya 2460 m dpl. Lokasi Gunungapi Sinabung secara administratif masuk ke dalam Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Secara geografis terletak pada posisi 3o10’ Lintang Utara dan 98o23,5’ Bujur Timur.
Pendakian melewati belantara tropis dan tebing yang penuh dengan tantangan, dan puncak gunung terdapat hamparan untuk berkemah. Dari puncak gunung terlihat kawah yang mengeluarkan magma serta pemandangan indah yang menawan. Jarak dari Kota Berastagi ke tempat awal pendakian Gunung Sinabung dari desa Sigarang-garang, Lau Kawar, Mardinding memakan waktu lebih kurang 4 jam.


12.Taman Alam Lumbini

Taman Alam Lumbini ini terletak di Desa Tongkoh , Kecamatan Dolatrayat , Kabupaten karo , dekat di wilayah daerah Tujuan Wisata Brastagi , 50 kilometer dari Medan , Sumatera Utara.